Jaga tanaman dan hasil pertanian dari tekanan aktivitas hama.
Program pengendalian hama untuk lahan, tanaman, nursery, greenhouse, kebun, komoditas, dan fasilitas penyimpanan hasil pertanian melalui inspeksi, identifikasi, treatment terarah, serta monitoring.
Tekanan hama dapat berubah mengikuti cuaca dan fase pertumbuhan.
Hama dapat menyerang daun, batang, akar, bunga, buah, bibit, maupun hasil pertanian yang disimpan. Pola serangan dapat berubah mengikuti jenis tanaman, musim, kelembapan, suhu, kepadatan tanaman, dan kondisi lingkungan.
Karena itu, program perlu dimulai dari identifikasi hama sasaran, bagian tanaman yang terdampak, tingkat kerusakan, luasan area, kondisi budidaya, serta metode pengelolaan yang sedang diterapkan.
Gejala, lokasi serangan, fase tanaman, dan kondisi lingkungan perlu diperiksa sebelum menentukan metode.
Perubahan pada tanaman yang perlu diperhatikan.
Gejala perlu diperiksa bersama kondisi tanaman dan lingkungan karena penyebabnya dapat berbeda pada setiap komoditas.
Daun berlubang atau rusak
Lubang, gigitan, bercak, lipatan, atau perubahan bentuk dapat menunjukkan aktivitas pada bagian daun.
Batang dan tunas terganggu
Tunas terhambat, batang berlubang, bagian tanaman layu, atau ditemukan aktivitas pada titik pertumbuhan.
Buah atau hasil rusak
Lubang, perubahan bentuk, bekas aktivitas, pembusukan lokal, atau kualitas hasil yang menurun perlu diperiksa.
Populasi meningkat
Kemunculan hama yang semakin sering pada beberapa titik dapat menunjukkan tekanan yang mulai berkembang.
Pengendalian dimulai dari identifikasi dan pengamatan lapangan.
Metode dipilih berdasarkan target hama, jenis tanaman, fase pertumbuhan, kondisi lingkungan, serta lingkup area.
Inspection & Identification
Pemeriksaan jenis hama, pola kerusakan, bagian tanaman, distribusi aktivitas, dan kondisi lingkungan.
Targeted Application
Aplikasi diarahkan pada area dan target yang telah ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan.
Area Treatment
Digunakan pada area tertentu untuk membantu menangani aktivitas hama pada tanaman, lahan, atau fasilitas pendukung.
Monitoring & Evaluation
Aktivitas hama, kondisi tanaman, perubahan kerusakan, dan kebutuhan treatment lanjutan dievaluasi.
Dari assessment lapangan hingga evaluasi hasil.
Tahapan dapat disesuaikan dengan skala lahan, jenis tanaman, sistem budidaya, dan kebutuhan operasional.
Assessment Lapangan
Memeriksa jenis tanaman, luas area, fase pertumbuhan, kondisi lingkungan, dan pola kerusakan.
Identifikasi dan Mapping
Menentukan hama sasaran, titik aktivitas, tingkat risiko, serta area yang menjadi prioritas.
Treatment Terarah
Pelaksanaan dilakukan pada target dan area yang telah ditentukan sesuai kondisi lapangan.
Monitoring dan Evaluasi
Aktivitas hama dan kondisi tanaman diperiksa kembali untuk menentukan tindakan lanjutan.
Program untuk lahan hingga penyimpanan hasil.
Lingkup pelayanan mengikuti jenis komoditas, kondisi area, target hama, dan sistem pengelolaan yang diterapkan.
Lahan dan Kebun
Area tanaman pangan, hortikultura, kebun, perkebunan kecil, dan lahan produksi.
Greenhouse
Tanaman dalam lingkungan terkendali dengan kepadatan, suhu, kelembapan, dan sirkulasi tertentu.
Nursery dan Pembibitan
Area benih, bibit, tanaman muda, media tanam, ruang pembibitan, dan fasilitas pendukung.
Penyimpanan Hasil Pertanian
Gudang komoditas, ruang penyimpanan, kemasan, bahan kering, dan produk hasil pertanian.
Pelaksanaan mempertimbangkan tanaman, pekerja, area, dan aktivitas sekitar.
Jadwal, akses area, tanaman yang ditangani, aktivitas pekerja, kondisi cuaca, area sensitif, serta instruksi setelah treatment perlu dikoordinasikan sebelum pekerjaan dilakukan.
Perlengkapan kerja dan pengamanan disesuaikan dengan area serta metode yang digunakan.
Tanaman, blok, titik aktivitas, atau area treatment dapat ditandai untuk memudahkan evaluasi.
Temuan, target hama, area, metode, dokumentasi, dan rekomendasi dapat dicatat sesuai lingkup program.
Temuan lapangan dan perubahan aktivitas dicatat untuk membantu menentukan langkah berikutnya.
Sebelum program agriculture pest control dimulai.
Lingkup treatment mengikuti jenis tanaman, target hama, fase pertumbuhan, kondisi lahan, luas area, cuaca, dan sistem pengelolaan yang sedang berjalan.
Sertakan foto gejala, hama yang terlihat, bagian tanaman terdampak, luas area, dan lokasi.
Kirim permintaan assessmentProgram dapat disusun untuk lahan, kebun, nursery, greenhouse, fasilitas pembibitan, area pengolahan, dan gudang penyimpanan hasil pertanian.
Inspeksi diperlukan untuk mengidentifikasi hama sasaran, kondisi tanaman, fase pertumbuhan, tingkat kerusakan, kondisi lingkungan, dan metode yang relevan.
Monitoring dapat mencakup pemeriksaan aktivitas hama, perkembangan kerusakan, kondisi tanaman, efektivitas treatment, dan rekomendasi tindakan lanjutan.
Ya. Kondisi greenhouse seperti suhu, kelembapan, kepadatan tanaman, ventilasi, dan aktivitas pekerja akan diperiksa sebelum program ditentukan.
Ya. Gudang hasil dapat dievaluasi untuk risiko serangga produk simpan, tikus, kondisi penyimpanan, sanitasi, dan kebutuhan fumigasi tertentu.