Kendalikan jalur tikus sebelum risikonya menyebar.
Program pengendalian tikus untuk rumah, restoran, gudang, kantor, hotel, pabrik, dan fasilitas industri melalui inspeksi, pemetaan, trapping, bait station, monitoring, serta tindakan korektif.
Tikus bergerak mengikuti akses, perlindungan, makanan, dan air.
Tikus dapat masuk melalui pintu, drainase, plafon, jalur kabel, celah bangunan, loading dock, dan area utilitas. Kemampuannya bergerak melalui ruang sempit membuat sumber aktivitas sering berada jauh dari lokasi pertama kali terlihat.
Program rodent control tidak hanya berfokus pada penangkapan. Kondisi bangunan, pengelolaan sampah, penyimpanan bahan, akses masuk, dan pola pergerakan perlu diperiksa agar risiko kemunculan kembali dapat ditekan.
Pengendalian lebih efektif ketika titik masuk, sumber makanan, dan lokasi berlindung ikut diperbaiki.
Tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Tikus tidak selalu terlihat langsung. Jejak yang ditinggalkan dapat membantu menentukan jalur dan tingkat aktivitasnya.
Kotoran tikus
Kotoran sering ditemukan di jalur dinding, belakang barang, ruang penyimpanan, dapur, atau area utilitas.
Bekas gigitan
Kemasan, kabel, kardus, material kayu, dan bahan penyimpanan dapat menunjukkan bekas kerusakan.
Suara dan pergerakan
Suara pada plafon, dinding, ruang mesin, atau area gelap dapat menunjukkan aktivitas pada waktu tertentu.
Jejak dan bau
Bekas minyak pada dinding, jejak kaki, sarang, dan bau tertentu dapat membantu mengenali jalur aktif.
Program disusun berdasarkan jalur dan tingkat aktivitas tikus.
Tidak semua metode digunakan pada setiap lokasi. Inspeksi menentukan alat, titik, dan jadwal yang relevan.
Bait Station
Penempatan unit umpan pada titik strategis untuk membantu mengendalikan aktivitas tikus dan memantau konsumsi.
Trapping
Penggunaan glue trap, mechanical trap, atau live trap berdasarkan area dan kebutuhan penanganan.
Rodent Proofing
Rekomendasi penutupan celah, perbaikan pintu, drainase, ventilasi, dan akses lain yang berpotensi dilalui.
Monitoring dan Trend
Hasil tangkapan, konsumsi umpan, tanda aktivitas, dan kondisi titik diperiksa untuk menentukan tindakan berikutnya.
Dari inspeksi jalur hingga corrective action.
Tahapan akan menyesuaikan jenis fasilitas, tingkat risiko, dan lingkup program yang disepakati.
Inspeksi
Memeriksa tanda aktivitas, akses masuk, sumber makanan, sarang, serta jalur pergerakan.
Pest Mapping
Menentukan titik kontrol, tingkat risiko, penempatan alat, dan area yang perlu diperbaiki.
Control Program
Pemasangan bait station, trap, atau metode lain berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan.
Monitoring
Memeriksa aktivitas dan menyesuaikan titik, alat, umpan, serta rekomendasi corrective action.
Cocok untuk lingkungan dengan risiko tikus berulang.
Jenis alat dan pola monitoring mengikuti fungsi fasilitas serta sensitivitas area.
Restoran dan Industri Pangan
Dapur, gudang bahan, area sampah, drainase, loading area, dan perimeter.
Gudang dan Logistik
Rak penyimpanan, palet, barang retur, loading dock, perimeter, dan area utilitas.
Pabrik dan Manufaktur
Produksi, ruang mesin, jalur kabel, plafon, penyimpanan, dan area luar bangunan.
Rumah, Kantor, dan Hotel
Plafon, dapur, basement, taman, ruang servis, pantry, dan area penyimpanan.
Titik kontrol dikelola agar tetap aman dan mudah dipantau.
Penempatan alat mempertimbangkan akses orang, aktivitas operasional, area sensitif, dan kemungkinan gangguan terhadap produk maupun fasilitas.
Unit kontrol ditempatkan sesuai fungsi area dan kondisi aktivitas di lokasi.
Titik alat dan aktivitas dapat dicatat untuk memudahkan pemeriksaan berkala.
Temuan, konsumsi umpan, tangkapan, kondisi titik, dan rekomendasi dapat dicatat dalam laporan.
Setiap titik dapat diperiksa dan dievaluasi berdasarkan temuan serta perubahan aktivitas.
Sebelum program rodent control dimulai.
Lingkup program akan mengikuti kondisi bangunan, tingkat aktivitas, jenis fasilitas, luas area, dan kebutuhan monitoring.
Sampaikan lokasi, waktu aktivitas, area terdampak, dan tanda lain yang ditemukan.
Kirim permintaan inspeksiTanda dapat berupa kotoran, bekas gigitan, suara pada plafon, jejak, bau, sarang, kerusakan kemasan, atau kerusakan kabel.
Kebutuhannya bergantung pada tingkat infestasi, akses masuk, sumber makanan, kondisi bangunan, dan risiko kemunculan kembali.
Program dapat mencakup pemetaan titik kontrol, bait station, trapping, pemeriksaan berkala, pencatatan aktivitas, dan corrective action.
Tim dapat mengidentifikasi titik akses dan memberikan rekomendasi rodent proofing. Pelaksanaan perbaikan bangunan mengikuti lingkup pekerjaan yang disepakati.
Program dapat disusun untuk gudang, pabrik, fasilitas pangan, logistik, restoran, hotel, kantor, dan lingkungan residential.