Standar kerja yang jelas untuk hasil yang dapat dipantau.
Layanan Biruni dilaksanakan melalui tahapan inspeksi, persiapan, treatment, monitoring, dokumentasi, dan evaluasi sesuai kebutuhan fasilitas.
Proses yang konsisten membangun kepercayaan.
Setiap tahap dirancang agar kebutuhan klien, pelaksanaan pekerjaan, temuan lapangan, dan tindak lanjut dapat dipahami dengan jelas.
Keputusan treatment dimulai dari pemeriksaan area.
Inspeksi membantu tim memahami jenis hama, tingkat aktivitas, kondisi fasilitas, jalur masuk, dan titik yang perlu diprioritaskan.
Pengumpulan Informasi
Klien menyampaikan lokasi, jenis fasilitas, keluhan, area terdampak, dan riwayat penanganan apabila tersedia.
Inspeksi Lapangan
Tim memeriksa tanda aktivitas, sumber makanan, kelembapan, akses masuk, sarang, dan area yang berpotensi menjadi risiko.
Pemetaan Risiko
Titik aktivitas dan area kritis dicatat untuk menentukan prioritas treatment, penempatan alat, serta monitoring.
Rekomendasi Program
Metode, jadwal, alat, bahan, serta pengamanan area disusun berdasarkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan operasional.
Setiap tindakan mengikuti metode yang telah ditentukan.
Tim menyiapkan area, peralatan, bahan, dan pengamanan sebelum treatment dilaksanakan. Perubahan kondisi lapangan dicatat sebagai bahan evaluasi.
Verifikasi Sebelum Kerja
Tim memastikan lokasi, area kerja, metode, titik treatment, dan kebutuhan pengamanan sesuai rencana.
Persiapan Alat dan Bahan
Peralatan diperiksa dan bahan disiapkan sesuai metode serta kebutuhan treatment pada area tersebut.
Pelaksanaan di Titik Terpilih
Treatment dilakukan pada titik aktif, jalur pergerakan, akses masuk, dan area prioritas hasil inspeksi.
Pemeriksaan Setelah Treatment
Area diperiksa kembali untuk memastikan kondisi kerja aman dan perlengkapan telah ditangani sesuai prosedur.
Keselamatan menjadi bagian dari pelaksanaan.
Penggunaan APD, penyiapan bahan, pembatasan area, dan komunikasi dengan pihak lokasi dilakukan sesuai kebutuhan pekerjaan.
Standar keselamatan operasional
Tingkat pengamanan dapat berbeda berdasarkan jenis treatment, karakter bahan, fungsi ruangan, serta aktivitas orang di sekitar lokasi.
APD disesuaikan dengan metode, peralatan, dan bahan yang digunakan.
Informasi keselamatan bahan disiapkan sesuai kebutuhan administrasi lokasi.
Area dapat diberi batas, tanda, atau instruksi khusus selama pekerjaan.
Treatment dapat dijadwalkan agar mengurangi gangguan pada operasional.
Kondisi udara, akses, makanan, dan barang sensitif diperhatikan sebelum treatment.
Kondisi khusus dan instruksi setelah pekerjaan dicatat dalam laporan.
Hasil treatment perlu diperiksa kembali.
Monitoring digunakan untuk melihat perubahan aktivitas hama, efektivitas titik kontrol, kondisi lingkungan, dan kebutuhan tindakan berikutnya.
Pemeriksaan Titik Kontrol
Bait station, trap, titik aplikasi, dan lokasi aktivitas diperiksa sesuai jadwal.
Pencatatan Aktivitas
Temuan lapangan dicatat untuk melihat tren, perubahan tingkat infestasi, dan lokasi yang memerlukan perhatian.
Evaluasi Kondisi Area
Kebersihan, akses masuk, kelembapan, dan kondisi bangunan diperiksa sebagai faktor pendukung aktivitas hama.
Corrective Action
Metode, jumlah titik, jadwal, atau rekomendasi area dapat disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.
Informasi pekerjaan disusun agar mudah ditelusuri.
Jenis dokumen disesuaikan dengan lingkup kerja sama, kebutuhan fasilitas, metode treatment, dan periode pelayanan.
Jadwal Treatment
Memuat waktu pelayanan, jenis pekerjaan, dan periode program yang disepakati.
Sesuai KontrakDokumentasi Foto
Dokumentasi membantu menunjukkan kondisi titik, pelaksanaan, dan temuan tertentu.
Bukti PelaksanaanInformasi Bahan
Informasi bahan dan keselamatan dapat disiapkan sesuai metode serta kebutuhan administrasi.
Dokumen PendukungService Report
Berisi layanan yang dilakukan, hasil pemeriksaan, temuan, dan rekomendasi.
Setiap PelayananPest Mapping
Menunjukkan titik kontrol, titik temuan, dan area prioritas dalam fasilitas.
Sesuai ProgramTrend Aktivitas
Data monitoring dapat digunakan untuk melihat perubahan aktivitas pada periode tertentu.
Evaluasi BerkalaRingkas, jelas, dan relevan untuk evaluasi.
Laporan dirancang untuk membantu klien memahami pekerjaan yang telah dilakukan, kondisi yang ditemukan, dan tindak lanjut yang disarankan.
Lokasi, tanggal, area, jenis layanan, dan petugas pelaksana.
Aktivitas hama, kondisi titik, dan faktor yang mendukung infestasi.
Treatment yang dilakukan serta tindakan lanjutan bagi Biruni dan pihak fasilitas.
Hasil program didukung oleh kerja sama kedua pihak.
Biruni menangani layanan sesuai lingkup kerja. Pihak fasilitas mendukung akses, informasi, kebersihan, dan perbaikan kondisi yang memengaruhi aktivitas hama.
Tanggung Jawab Biruni
Service Provider-
✓
Melaksanakan inspeksi dan treatment sesuai program yang disepakati.
-
✓
Menyiapkan petugas, alat, bahan, APD, dan dokumen pendukung.
-
✓
Mencatat temuan, aktivitas hama, dan tindakan yang telah dilakukan.
-
✓
Memberikan rekomendasi perbaikan dan tindak lanjut berdasarkan kondisi area.
Dukungan Pihak Klien
Facility Management-
✓
Memberikan akses dan informasi yang dibutuhkan selama inspeksi maupun treatment.
-
✓
Mengikuti instruksi persiapan serta pengamanan area sebelum pekerjaan.
-
✓
Menjaga kebersihan dan mengelola sumber makanan, air, sampah, serta barang.
-
✓
Menindaklanjuti rekomendasi perbaikan bangunan dan kondisi lingkungan.
Evaluasi menjaga kualitas layanan tetap konsisten.
Program ditinjau melalui hasil inspeksi, pelaksanaan, laporan, respons klien, dan perubahan aktivitas hama pada fasilitas.
Program diperiksa, dievaluasi, lalu disesuaikan.
Quality control membantu memastikan pekerjaan sesuai program, catatan lapangan lengkap, dan tindakan korektif dijalankan ketika diperlukan.
Memeriksa kesesuaian treatment dengan rencana dan kondisi aktual.
Meninjau temuan, dokumentasi, keluhan, dan perubahan aktivitas hama.
Metode, titik kontrol, dan rekomendasi dapat diperbarui sesuai hasil evaluasi.
Informasi sebelum layanan dimulai.
Detail pelaksanaan dapat berbeda berdasarkan jenis fasilitas, metode treatment, kondisi area, dan lingkup program.
Sampaikan kebutuhan administrasi atau standar internal fasilitas saat proses konsultasi.
Hubungi tim BiruniInspeksi sangat disarankan karena kondisi bangunan, jenis hama, tingkat aktivitas, dan kebutuhan pengamanan dapat berbeda pada setiap lokasi.
Laporan dapat disediakan sesuai lingkup program. Isinya dapat mencakup jenis layanan, temuan, tindakan, dokumentasi, dan rekomendasi.
Temuan akan dievaluasi untuk menentukan penyebab, titik aktivitas, kondisi lingkungan, dan corrective action yang sesuai.
Jadwal, metode, dan pembatasan area dapat disusun agar gangguan terhadap kegiatan utama fasilitas dapat diminimalkan.
Program maintenance dapat disusun berdasarkan kebutuhan lokasi, risiko hama, frekuensi monitoring, dan periode pelayanan yang disepakati.