Service Governance

Standar kerja yang jelas untuk hasil yang dapat dipantau.

Layanan Biruni dilaksanakan melalui tahapan inspeksi, persiapan, treatment, monitoring, dokumentasi, dan evaluasi sesuai kebutuhan fasilitas.

SOP Pelaksanaan K3 dan APD Laporan Treatment
Komitmen Pelayanan

Proses yang konsisten membangun kepercayaan.

Setiap tahap dirancang agar kebutuhan klien, pelaksanaan pekerjaan, temuan lapangan, dan tindak lanjut dapat dipahami dengan jelas.

Transparan Lingkup kerja dan metode dibahas sebelum pelaksanaan.
Aman Treatment memperhatikan APD, bahan, peralatan, dan kondisi area.
Terdokumentasi Temuan, tindakan, foto, dan rekomendasi dicatat.
Berkelanjutan Monitoring membantu menjaga aktivitas hama tetap terkendali.
01 Persiapan dan Inspeksi

Keputusan treatment dimulai dari pemeriksaan area.

Inspeksi membantu tim memahami jenis hama, tingkat aktivitas, kondisi fasilitas, jalur masuk, dan titik yang perlu diprioritaskan.

01

Pengumpulan Informasi

Klien menyampaikan lokasi, jenis fasilitas, keluhan, area terdampak, dan riwayat penanganan apabila tersedia.

Lokasi Jenis Hama Kondisi Area
02

Inspeksi Lapangan

Tim memeriksa tanda aktivitas, sumber makanan, kelembapan, akses masuk, sarang, dan area yang berpotensi menjadi risiko.

Pest Evidence Entry Point
03

Pemetaan Risiko

Titik aktivitas dan area kritis dicatat untuk menentukan prioritas treatment, penempatan alat, serta monitoring.

Mapping Risk Level
04

Rekomendasi Program

Metode, jadwal, alat, bahan, serta pengamanan area disusun berdasarkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan operasional.

Method Schedule
02 Pelaksanaan Treatment

Setiap tindakan mengikuti metode yang telah ditentukan.

Tim menyiapkan area, peralatan, bahan, dan pengamanan sebelum treatment dilaksanakan. Perubahan kondisi lapangan dicatat sebagai bahan evaluasi.

01

Verifikasi Sebelum Kerja

Tim memastikan lokasi, area kerja, metode, titik treatment, dan kebutuhan pengamanan sesuai rencana.

02

Persiapan Alat dan Bahan

Peralatan diperiksa dan bahan disiapkan sesuai metode serta kebutuhan treatment pada area tersebut.

03

Pelaksanaan di Titik Terpilih

Treatment dilakukan pada titik aktif, jalur pergerakan, akses masuk, dan area prioritas hasil inspeksi.

04

Pemeriksaan Setelah Treatment

Area diperiksa kembali untuk memastikan kondisi kerja aman dan perlengkapan telah ditangani sesuai prosedur.

03 K3 dan Pengamanan Area

Keselamatan menjadi bagian dari pelaksanaan.

Penggunaan APD, penyiapan bahan, pembatasan area, dan komunikasi dengan pihak lokasi dilakukan sesuai kebutuhan pekerjaan.

Standar keselamatan operasional

Tingkat pengamanan dapat berbeda berdasarkan jenis treatment, karakter bahan, fungsi ruangan, serta aktivitas orang di sekitar lokasi.

Penggunaan APD

APD disesuaikan dengan metode, peralatan, dan bahan yang digunakan.

Informasi Bahan

Informasi keselamatan bahan disiapkan sesuai kebutuhan administrasi lokasi.

Pengamanan Area

Area dapat diberi batas, tanda, atau instruksi khusus selama pekerjaan.

Pengaturan Jadwal

Treatment dapat dijadwalkan agar mengurangi gangguan pada operasional.

Pemeriksaan Lingkungan

Kondisi udara, akses, makanan, dan barang sensitif diperhatikan sebelum treatment.

Catatan Pelaksanaan

Kondisi khusus dan instruksi setelah pekerjaan dicatat dalam laporan.

04 Monitoring dan Corrective Action

Hasil treatment perlu diperiksa kembali.

Monitoring digunakan untuk melihat perubahan aktivitas hama, efektivitas titik kontrol, kondisi lingkungan, dan kebutuhan tindakan berikutnya.

01

Pemeriksaan Titik Kontrol

Bait station, trap, titik aplikasi, dan lokasi aktivitas diperiksa sesuai jadwal.

02

Pencatatan Aktivitas

Temuan lapangan dicatat untuk melihat tren, perubahan tingkat infestasi, dan lokasi yang memerlukan perhatian.

03

Evaluasi Kondisi Area

Kebersihan, akses masuk, kelembapan, dan kondisi bangunan diperiksa sebagai faktor pendukung aktivitas hama.

04

Corrective Action

Metode, jumlah titik, jadwal, atau rekomendasi area dapat disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.

05 Dokumen dan Pelaporan

Informasi pekerjaan disusun agar mudah ditelusuri.

Jenis dokumen disesuaikan dengan lingkup kerja sama, kebutuhan fasilitas, metode treatment, dan periode pelayanan.

Jadwal Treatment

Memuat waktu pelayanan, jenis pekerjaan, dan periode program yang disepakati.

Sesuai Kontrak

Dokumentasi Foto

Dokumentasi membantu menunjukkan kondisi titik, pelaksanaan, dan temuan tertentu.

Bukti Pelaksanaan

Informasi Bahan

Informasi bahan dan keselamatan dapat disiapkan sesuai metode serta kebutuhan administrasi.

Dokumen Pendukung

Service Report

Berisi layanan yang dilakukan, hasil pemeriksaan, temuan, dan rekomendasi.

Setiap Pelayanan

Pest Mapping

Menunjukkan titik kontrol, titik temuan, dan area prioritas dalam fasilitas.

Sesuai Program

Trend Aktivitas

Data monitoring dapat digunakan untuk melihat perubahan aktivitas pada periode tertentu.

Evaluasi Berkala
Contoh Struktur Laporan

Ringkas, jelas, dan relevan untuk evaluasi.

Laporan dirancang untuk membantu klien memahami pekerjaan yang telah dilakukan, kondisi yang ditemukan, dan tindak lanjut yang disarankan.

01
Informasi Pelayanan

Lokasi, tanggal, area, jenis layanan, dan petugas pelaksana.

02
Temuan Lapangan

Aktivitas hama, kondisi titik, dan faktor yang mendukung infestasi.

03
Tindakan dan Rekomendasi

Treatment yang dilakukan serta tindakan lanjutan bagi Biruni dan pihak fasilitas.

Biruni Pest Control Service Treatment Report
BPC/SR/001
Lokasi Fasilitas Klien
Tanggal Jadwal Pelayanan
Jenis Layanan Pest Management
Status Selesai
Temuan Catatan Kondisi Area
Tindak Lanjut Corrective Action
Documented Service
06 Pembagian Tanggung Jawab

Hasil program didukung oleh kerja sama kedua pihak.

Biruni menangani layanan sesuai lingkup kerja. Pihak fasilitas mendukung akses, informasi, kebersihan, dan perbaikan kondisi yang memengaruhi aktivitas hama.

Tanggung Jawab Biruni

Service Provider
  • ✓

    Melaksanakan inspeksi dan treatment sesuai program yang disepakati.

  • ✓

    Menyiapkan petugas, alat, bahan, APD, dan dokumen pendukung.

  • ✓

    Mencatat temuan, aktivitas hama, dan tindakan yang telah dilakukan.

  • ✓

    Memberikan rekomendasi perbaikan dan tindak lanjut berdasarkan kondisi area.

Dukungan Pihak Klien

Facility Management
  • ✓

    Memberikan akses dan informasi yang dibutuhkan selama inspeksi maupun treatment.

  • ✓

    Mengikuti instruksi persiapan serta pengamanan area sebelum pekerjaan.

  • ✓

    Menjaga kebersihan dan mengelola sumber makanan, air, sampah, serta barang.

  • ✓

    Menindaklanjuti rekomendasi perbaikan bangunan dan kondisi lingkungan.

07 Quality Control

Evaluasi menjaga kualitas layanan tetap konsisten.

Program ditinjau melalui hasil inspeksi, pelaksanaan, laporan, respons klien, dan perubahan aktivitas hama pada fasilitas.

Siklus Evaluasi

Program diperiksa, dievaluasi, lalu disesuaikan.

Quality control membantu memastikan pekerjaan sesuai program, catatan lapangan lengkap, dan tindakan korektif dijalankan ketika diperlukan.

01
Review Pelaksanaan

Memeriksa kesesuaian treatment dengan rencana dan kondisi aktual.

02
Review Data

Meninjau temuan, dokumentasi, keluhan, dan perubahan aktivitas hama.

03
Penyesuaian Program

Metode, titik kontrol, dan rekomendasi dapat diperbarui sesuai hasil evaluasi.

Quality Control Continuous Improvement
Inspect
Treat
Monitor
Improve
Pertanyaan Umum

Informasi sebelum layanan dimulai.

Detail pelaksanaan dapat berbeda berdasarkan jenis fasilitas, metode treatment, kondisi area, dan lingkup program.

Membutuhkan dokumen khusus?

Sampaikan kebutuhan administrasi atau standar internal fasilitas saat proses konsultasi.

Hubungi tim Biruni

Inspeksi sangat disarankan karena kondisi bangunan, jenis hama, tingkat aktivitas, dan kebutuhan pengamanan dapat berbeda pada setiap lokasi.

Laporan dapat disediakan sesuai lingkup program. Isinya dapat mencakup jenis layanan, temuan, tindakan, dokumentasi, dan rekomendasi.

Temuan akan dievaluasi untuk menentukan penyebab, titik aktivitas, kondisi lingkungan, dan corrective action yang sesuai.

Jadwal, metode, dan pembatasan area dapat disusun agar gangguan terhadap kegiatan utama fasilitas dapat diminimalkan.

Program maintenance dapat disusun berdasarkan kebutuhan lokasi, risiko hama, frekuensi monitoring, dan periode pelayanan yang disepakati.

Service Assessment

Diskusikan standar yang dibutuhkan fasilitas.

Sampaikan jenis fasilitas, risiko hama, kebutuhan dokumentasi, dan pola operasional. Tim Biruni akan membantu menyusun langkah awal.

Konsultasi